Adik-adikku yang kucinta, Aku memintamu untuk menenangkan hatiKu! Aku mati untuk mengambil dosa-dosa kamu, untuk menenangkanmu, dan untuk mengampuni mereka — jika hanya kamu telah setia kepadaku. Tetapi kamu tidak mau. Dan apa yang Aku terima sebagai balasan? Kamu melihat Aku seperti seorang kusta; ya, kusta dari dosa-dosamu yang tak terbatas itu ada padaku, ia berada pada Aku seperti baju penebusan. Tapi bagaimana kamu bisa tidak melihat Allah bersinar dalam kasihNya yang tanpa batas? Tetapi apa yang paling menyakitkan hatiKu adalah terluka di Roh dan Kasih. Kamu telah menjadikan Aku sebagai objek ejekan dan menampariku:
– dalam persahabatan yang Aku letakkannya pada kamu, melalui Judas;
– dalam kesetiaan yang Aku harapkan dari kamu, melalui Petrus, yang mengingkariKu;
– dalam ucapan terima kasih atas berkah-berkahKu, melalui mereka yang berseru padaku: “Kamu harus mati,” “Salibkan Dia,” setelah Aku menyembuhkan mereka dari banyak penyakit melalui Kasih. Kamu menyatakan Aku sebagai seorang penista Allah, anak setan, orang gila. Aku, yang karena semangat untuk misi Allah telah menyerahkan diriKu kepada tangan manusia dengan menjadi daging, menderita sepanjang hidupKu, dan menyerah pada kekejaman manusia tanpa mengeluarkan sebutir kata atau keluhan pun.
Satu pandangan dari Aku sudah cukup untuk menghancurkan penuduh-ku, hakim-hakim, dan pengadil-pengadil Ku. Tetapi Aku datang secara sukarela untuk melaksanakan korban, dan sebagai seekor anjing — kerana Aku adalah Anak Domestik Allah dan akan selamanya menjadi demikian — Aku membenarkan diriKu dipimpin, diganggu gugat dan dibunuh, serta membuat Daging-Ku menjadi Hidupmu. Aku berkata ini kepada kamu, saudara-saudari, supaya kamu lebih baik memahami betapa tak terhingga Cinta-Ku terhadap kamu adalah dan betapa besar juga Cinta IbuKu, atas yang disiksa dengan sakit paling pedih dan oleh itu patut dihormati!
Jesusmu.
Refleksi mengenai pesanan:
Kasih sayang saudara-saudari, biarlah pesanan yang menarik ini membantu kita memahami dengan lebih baik kesedihan dan derita Yesus. Dia memberitahu kami bahawa walaupun dengan pengorbanan Yang Besar-Nya, kami terus mencederakanNya dengan dosa-dosa harian kami. Dia membandingkan kami dengan Judas kerana kami mengkhianati persahabatanNya; Dia membandingkan kami dengan Petrus kerana kami tidak setia; Dia membandingkan kami dengan kerumunan yang berteriak kerana walaupun menerima berkah dariNya, kami tak subur! Yesus mati untuk memberi kita hidup: tanpa Kasih Saya-Nya, tanpa Eukaristi Yang Diwarisi-Nya kepada kami, kami akan berada dalam tangan Setan, tanpa harapan keselamatan. Hari ini adalah Jumaat; mari konsolasi hati yang masih berdarah itu. Mari doa kepadanya dan ucapkan terima kasih atas apa yang Dia lakukan untuk kita dan Kasih TAK TERHINGGA-Nya.
Sumber: ➥ LaReginaDelRosario.org